Sedang berpikir Kenapa??

Bisa lihat disekililing kita, so many cars and so many blink2. Wow .. seperti kita hidup di negara yang aman damai sejahtera dalam bidang ekonomi dan kemasyarakatan. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa di koran selalu ada saja berita buruk?? Apakah itu tentang hujatan masyarakat kepada pemerintah yang dinilai tidak becus menjalankan tugasnya, atau berita tentang kelaparan dan bencana yang terjadi dimana-mana di negara kita ini.

Does it make any sens to u?? kalo aku, hmm.. yang sekarang ada dalam benakku adalah darimana.. media mendapatkan berita itu. Berita tragis yang memilukan, kontroversi abu-abu tidak jelas mana yang benar mana yang salah, orang berdemo mengenai etika moral yang sudah tidak mempunyai prinsip. Masih banyak kejanggalan yang terjadi di media massa yang selama ini aku baca.

Apakah kita hidup di dunia yang sama dengan media yang memberitakan hal-hal tersebut. Mungkin aku punya jawaban mengenai kenapa ini, kenapa itu, terjadi?

Tapi mungkin hanya dari salah satu sudut pandang sempit dari seorang yang naif dan mungkin juga bersalah.

Hal yang aku soroti adalah hal yang mendasar, yaitu keluarga. Kata itu mungkin hanya sederhana, terdiri dari 8 (delapan) huruf, akan tetapi dampaknya bisa sangat besar bahkan besar sekali.

Percaya ga percaya siih… ( btw jangan percaya, karena aku pembohong) Aku kasih contoh, karakter seorang manusia dibentuk secara langsung tidak langsung, sadar tidak sadar, oleh lingkungan keluarga. Kamu bisa bilang ‘ah.. engga ko, gw beda banget lagi sama kedua ortu ku’, tapi pasti ada yang pernah bilang ke kamu, entah itu om atau teman dari ortu kamu, ‘ kamu mirip ya sama bapak kamu’ atau ‘dulu waktu ayah kamu muda dia juga melakukan hal yang sama dengan kamu’, ko bisa?? its genetic. Seperti dalam peribahasa "buah jatuh ga jauh-jauh dari pohonnya", kecuali dia di petik paksa terus di jual ke pasar dan terus dimakan oleh kamu, dampak traumatis si buah pasti membuat dia berbeda dengan kedua orang tuanya. (jelas dia ga akan jadi pohon)

So.. intinya apa siih.

Intinya adalah keluarga sangat penting, lebih dalamnya lagi didikan orang tua bisa memprediksi kamu nantinya jadi apa. Berhasil, sukses, menjadi dermawan, atau kriminal sekalipun.

Peribahasa diatas tadi adalah analogi untuk sifat, akan tetapi sifat bisa dijadikan untuk sesuatu yang baik atau buruk tergantung motivasi. Contoh, sifat kedua orang ini menurut aku sama. Hitler dan maclom X (sori kalo salah pronountiation), kedua-duanya gigih dan dianggap pahlawan pada masanya. Keduanya punya prinsip, motivator, fearless, dsb. Tapi lihat ujung ceritanya, berbeda sekali yang satu di kenal sebagai pembunuh masal, sedangkan yang lainnya diangap sebagai pahlawan persamaan hak kulit berwarna.

Kembali ke topik. Intinya (lagi) ini untuk kamu yang sudah, akan, dan berniat berkeluarga. Cari pasangan yang benar, dalam artian jangan cuma cinta yang dikedepankan visi misi bersama juga harus.

Membangun keluarga hampir sama dengan membangun perusahaan. Dasar pijakan seperti visi misi suatu perusahaan harus kuat, aku yakin jika tidak suatu perusahaan atau organsasi tidak akan well established. Begitu juga dalam keluarga, jangan anggap ini hal yang remeh. Masa depan bangsa ini mungkin ada di kamu, yang nantinya akan melahirkan generasi2 bangsa yang mempunyai 2(dua) kemungkinan ekstrem, pembangun atau perusak bangsa ini. Mungkin jangan dalam taraf bangsa, simple aja deh.. pengen ga siih punya anak yang membuat hati tentram, dan selalu merasa bangga.

So.. ini saatnya memutuskan. jangan nanti!! pada saat keluarga kamu sudah diambang kehancuran, atau anak kamu yang nakal dan terus membuat kamu menyalahkan dia terus, dengan berteriak, ‘ ANAK.. GA BERBAKTI’, kaya disinetron2 gitu. Dont blame him/her, u made him/her both physically and mentally.

Tips dari aku:

  • Choose the right person, kalo kamu nanti di antara kalian ada yang selingkuh, jangan salahkan dia. Salahkan kamu juga, kenapa memilih dia.
  • Buat visi misi yang jelas. Aku yakin orang yang mau maju pasti punya visi dan misi (seperti kamu) share semua visi misi kamu dengan dia. Lihat irisannya dimana, diskusikan! jangan dengan ego, tapi dengan perasaan cinta dan kasih sayang untuk yang terbaik.
  • Saling jujur dan selalu berkomunikasi
  • beribadah bersama ( so sweet )

So.. masa depan bangsa ini, ada di kamu!

Ayah yang melindungi dan bertanggung jawab

dan

Ibu yang penuh kasih sayang dan mengerti

Later Brother and Sister

4 Responses to “Sedang berpikir Kenapa??”

  1. Arya Says:

    Maclom X? Intinya orang tua yang kaya? ck..ck.. den Adit ini ada2 aja… :p

  2. Anindito Says:

    maksudnya… yg membentuk seseorang itu masa lalunya kan? terus keluarga itu yang intinya jadi elemen paling menonjol dari masa lalunya itu kan?

    ga tau ya. buatku kayaknya masih kurang lengkap…

  3. Adit Says:

    haha.. emang kurang lengkap, blom selese uy.. nah ini udah di lengkapi, tadi enak2 lagi nulis ada yang ganggu

  4. Anindito Says:

    O… oooh, maksudnya begini toh…

Leave a Reply