Kamu Koruptor??
Mau tau kenapa siih orang bisa korupsi?? Terkadang tersirat meskipun tidak tersurat, terlintas saja dipikiran. Terkadang suka berpikir kenapa orang bisa melakukan korupsi. Bukannya sok idealis ya.. tapi terkadang saya aneh aja, perasaan banyak pejabat yang dulunya idealis sebagai seorang sosok ‘pembela rakyat’ berjubah mahasiswa melakukan reaksi dan aksi mengatas namakan rakyat meskipun tidak jelas kapasitasnya ( misalnya dasar keilmuannya bahasa atau teknik tapi sok berbicara politik, selain itu diragukan indeks prestasinya). Oya satu lagi, bayar pajak aja blum apakah bisa menuntut banyak, kalo saya lebih melihat pada saat saya bayar pajak di negara ini disitulah saya bisa menuntut.
Tapi okelah.. sya juga pernah mahasiswa, ‘agent of change’, di negara dengan penduduk mayoritas terbelakang pendidikannya ini, cuma mahasiswa lah yang blum punya tanggungan, tekanan, dan beban dalam bersuara akan tetapi dianggap punya kelebihan dalam hal intelektualitas karena ada cap ‘mahasiswa’. Meskipun tidak semua punya kemampuan itu, bahkan cenderung tidak ada ( lebih terlihat anarkis, dibanding intelektualnya).
Nahh.. terus coba lihat kbanyakan pejabat skarang merupakan aktifis jaman dulu, percaya?? coba lihat saat ini, bahkan seperti Mulyana W Kusumah yang sampai sekarang dianggap masih menjadi seorang aktifis terjerat masalah korupsi.
Ada apa??
Apakah idealisme hanya bisa dimiliki padaa saat mahasiswa??
Oleh karena itu, terkadang saya penasaran aja ko bisa.. apakah dunia kerja di Indonesia seburuk itu, mengikis idealisme layaknya arus tsunami sewaktu bencana di Aceh.
Ini kemungkinan tsunami yang ada dalam pikiran. Coba bayangkan diri kamu sebagai seorang pagawai negeri beristri satu dengan anak empat. Kamu dapat dikatakan sebagai seorang yg mempunya jabatan strategis dengan kebijakan yang juga strategis. Pada suatu saat kamu diminta pemerintah memegang suatu kebijakan pengadaan ekspor beras untuk rakyat miskin, akibat dari defisit beras karena jumlah produksi beras dalam negeri yang kian merosot. Wew tanggung jawab yang besar.
Semestinya dilakukan skema pelelangan sesuai dengan kepres yang berlaku. Akan tetapi kmu pada suatu sore tiba2 didatangi oleh seorang berkebangsaan vietnam dan kawannya yang juga ternyata kamu kenal juga sebagai kawan lama kamu. Tadinya hanya ramah tamah saja, pergi makan malam di hotel mulia bersenda gurau layaknya 2 orang yg telah lama berpisah bertemu kembali. Akan tetapi setelah lama mengobrol ternyata teman kamu mengatakan maksud sebenarnanya yaitu mengatakan bahwa meminta tolong agar menjadikan teman vietnamnya ini dijadikan pemenang dalam tender proyek pengadaan yang kamu pegang dengan imbalan 1M. Wew tawaran yang menggiurkan, tapi kami di kantor dikenal sebagai seorang yang lurus dan idealis dibandingkan dengan teman sejawatnya. Akhirnya kamu pulang dan bilang akan dipikirkan tawaran itu.
Ternyata pada saat kamu pulang kerumah, istri kamu ternyata baru bilang bahwa sebenarnya dia telah mengambil kredit perhiasan dan utang arisan yang besarnya lumayan.. di lain saat anak pertama kmu mengalami kecelakaan (innalillahi) dan perlu perawatan intensif, anak perempuan kedua kamu yang manja meminta mobil susah untuk menolak permintaannya, memang siih dari dulu kamu tolak dengan alasan yang sama "darimana bapak punya duit segitu banyak nakk.." Sedangkan anak ketiga kamu baru masuk kedokteran UI. Anak terakhir yang masih ada di bangku SMA juga sama menginginkan mobil, karena malu teman2 yang lain sudah bawa mobil.
Pusiiingg..
Bimbang?? ada dua pilihan yang ada di pikiran kamu:
1. Kepentingan negara
2. Kepentingan keluarga
Bisa dilihat dua kepentingan kontradiktif, yang satu maya (negara) yang lainnya nyata ( keluarga). Ternyata tidak butuh wktu lama, kamu segera mempunyai keputusan yang tidak disangka2 selayaknya seorang bapak yang bertanggung jawab kamu lebih memilih kepentingan keluarga kamu.
Akhirnya kamu menghubungi kawan kamu, dan bersedia ‘mengatur’ lelang agar peserta lelang kenalan kawan kamu menjadi pemenang meskipun terdapat beberapa spesifikasi tidak memenuhi dan harga penawaran yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kualitasnya.
Akhirnya pelelangan pun brjalan, pemenang seperti yang terprediksikan. Kamu pulang dengan senyum, akhirnya semua beban keluarga terselesaikan.
Bagaimana kawan.. mungkin dengan alasan ini kamu juga bisa jadi koruptor di negara ini. Hati2 kawan pada saat kamu menghujat.